Tentang Mengikhlaskan.
Banyak hal di dunia ini yang tidak abadi,sejatinya memang tidak ada yang abadi di dunia. Semuanya bersifat sementara,ada yang datang dan ada juga yang pergi. Bagian sulitnya dari pernyataan "yang datang akan pergi" adalah mengikhlaskan dan menerima. Saya sendiri jujur masih kurang bisa menerima sesuatu yang pergi dari saya,butuh waktu yang lama untuk bisa melalui proses itu.
Suatu hari saya jatuh cinta dengan seseorang. Kami saling jatuh cinta. Namun,karena banyak hal yang sepertinya memisahkan kami,akhirnya kami pasrah dan memutuskan untuk berpisah. Saya manusia yang paling tidak bisa ikhlas saat itu terjadi,karena saya sulit menerima fakta bahwa orang yang selama ini sedekat itu dengan saya tiba-tiba menjauh dan menjadi asing kembali. Saya... takut,entah mengapa saya takut kalau saya akan kehilangan orang lagi. Rasa yang paling buruk menurut saya adalah kehilangan orang yang dicintai atau seseorang yang dekat tiba-tiba menjadi sangat asing. Saya ingin berteriak pada alam semesta "Mengapa?". Seiring berjalannya waktu saya sadar bahwa semua orang sejatinya akan meninggalkan saya,karena yang datang akan selalu pergi.
Ada orang yang datang hanya untuk memberikan pelajaran bagi kita,ada yang datang untuk dijadikan sebagai kenangan. Cara setiap hal yang datang dan pergi semuanya berbeda,namun rasanya hampir sama. Pada tahun lalu kakek saya meninggal dunia,pada awalnya saya merasa baik-baik saja. Namun setelah berbulan-bulan ditinggal seorang kakek yang lumayan dekat dengan saya,rasanya saya sangat rapuh dan lunak. Saya bahkan berharap bisa bertukar posisi dengan kakek saya agar keluarga tidak sesedih itu kehilangan dirinya. Namun,saya tersadar kembali dengan pernyataan "yang datang akan selalu pergi." Saya mulai menerima fakta bahwa yang bisa saya lakukan hanyalah ikhlas dan menerima apa yang telah terjadi di hidup saya.
Semakin tua seseorang ia akan semakin banyak kehilangan sesuatu disekitarnya entah itu manusia,harta,hewan peliharaan,dan lain-lain yang menurutnya berharga. Kita tidak bisa lepas dari fakta yang datang akan pergi. Begitupula diri saya yang suatu saat akan meninggalkan dunia ini. Buatlah kenangan yang banyak dengan semua orang agar kamu dikenang oleh kebaikanmu. Tidak ada yang tahu kapan kita akan kehilangan atau justru kita yang hilang dari orang-orang sekitar. Hargai waktu bersama orang yang dicintai selagi mereka masih ada. Karena mengikhlaskan yang sudah pergi itu sulit.
Dek, tulisanmu ko bikin baper yaaa. Begitulah hidup. Orang datang silih berganti. Tak ada yang bisa selamanya menemani kita.
BalasHapusada saat pertemuan, ada pula saat berpisah, tidak ada yang abadi, hiks baper pagi-pagi nih
BalasHapusIkhlas kata yang mudah di tulis tapi sulit untuk dilakukan. Memang benar gitu, sih, kak.
BalasHapusWaktu yang akan membantu kita untuk ikhlas kak. Walaupun awalnya bener² sulit tapi pasti kita bisa ikhlas, gak perlu terburu², pelan² aja.
BalasHapusCatatan utkku jg. Kesempatan hanya satu kali, jadi harus dimanfaatkan dihargai betul-betul.
BalasHapusIngat lah, tiada yang abadi. Jd bgmn cr kt mnyikapinya. Tulisannya meaningfulll bgt dek
BalasHapusIkhlas itu memang sulit kak, taoi percayalah segala sesuatu apa pun itu jika kita ikhlas akan menjadi pahala, jadi sama2 kita belajar ikhlas ya kak...🤗🤗🤗
BalasHapusBelajar terus untuk selalu ikhlas menerima takdir apapun itu, sulit sekali, tapi kalau ngga belajar, kita juga akan sakit terus. Hehehe
BalasHapuskehilangan dan memiliki adalah sunatullah. Pasti akan dipergilirkan. Namun tetap saja saat tiba waktunya melepaskan rasanya sedih dan berat. Ikhls itu memang perlu dilatih dan diperjuangkan
BalasHapusikhlas itu terwujud oleh waktu
BalasHapusikhlas pengobat segala kegundaan, aku jadi mrebes mili
BalasHapusIkhlas adalah tingkat tertinggi dari mencintai
BalasHapus