Mengapa Saya Menulis?

Saya mulai menulis mulai usia 15 tahun atau setahun lalu,sebelumnya saya diajak tante saya untuk menulis di suatu komunitas di facebook hanya mengisi kebosanan saja atau iseng-iseng. Namun rasanya dengan menulis saya juga jadi bisa mengungkapkan kata-kata atau pendapat lewat tulisan dan itu merupakan hal yang menyenangkan karena saya cenderung kurang bisa mengutarakan pendapat yang sesungguhnya ada dalam pikiran saya. Jujur,banyak sekali kesalahan yang saya lakukan saat menulis pertama kali,namun dengan kesalahan-kesalahan tersebut saya bisa menghasilkan karya yang bagus dari hari ke hari,saya terus berkembang.


Suatu hari,saya mulai bosan dengan kegiatan menulis dan memutuskan untuk berhenti selama beberapa bulan. Tapi aneh saja,saya mulai merasa hampa dan kehilangan bakat. Walaupun saya awalnya tidak begitu bisa menulis,tapi karena saya berlatih dan terus berlatih saya merasa saya punya passion dalam menulis. Pada awalnya juga saya suka membaca novel,namun tidak berpikiran sama sekali untuk menjadi penulis. Saya mempunyai banyak hobi dan kesukaan,jadi banyak hal yang bisa saya bahas dengan menulis. 


Yang saya pelajari dari menulis adalah lika-liku manusia yang begitu kompleks menghasilkan karya-karya yang dikemas dengan indah,dengan menulis saya juga merenungkan apa yang saya tulis dan bisa beropini dengan baik. Dengan menulis juga saya belajar berliterasi dan mendapat banyak ilmu,dari ilmu dasar sampai yang tinggi. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari menulis. Saya jadi lebih berpikiran terbuka dan menyalurkan ide-ide dengan baik melalui itu. Selain itu,menulis juga bisa menambah uang saku saya.. haha. Sebagai pelajar,saya sangat senang sekali mendapatkan uang hasil karya saya sendiri. 


Tentu perjalanan menulis orang dilandasi dengan pengalaman yang berbeda-beda. Waktu menulis paling enak adalah waktu saya sedang sedih. Biasanya jika saya merasa sedih,saya menulis sesuatu dan menjadi suatu karya yang indah (menurut saya) lalu saya kembangkan menjadi puisi atau cerita pendek. Saya lebih suka menulis saat sedih karena dengan emosi yang sedang tidak beraturan saya menjadi sangat perasa hingga menciptakan sesuatu yang sama dengan yang saya rasakan dan itu hebat. Impian saya adalah menjadi penulis muda yang bisa menginspirasi dan membantu orang-orang yang ingin menjadi penulis tapi belum tahu apa-apa seperti yang dilakukan komunitas OPREC ODOP ini. Saya sangat berterimakasih dengan ilmu-ilmu barunya dan bertemu dengan orang-orang hebat yang se-hobi.

Komentar

  1. bener kak, lebih baik semua perasaan kita dituangkan dalam karya ya, mau itu puisi, fiksi mini, dll. yang penting kita kerjakan dengan hal positif, thanks kk.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Patriarki Di Era Modern

Juara 2

Tentang Mengikhlaskan.