Perpustakaan

"Wahai, bunga yang kembang di segala musim. Bisakah kau mencariku?" 


         Tulisan di secarik kertas di buku yang akan kupinjam kemarin,aku mengambil kertas itu dan merenungkannya. Karena tidak sekali aku mendapati kertas yang berisi hal yang sama dan selalu berakhiran "Bisakah kau mencariku?" di beberapa minggu terakhir. Seseorang mungkin sedang menguntitku? Entahlah aku tidak ingin memikirkan itu. 


         Setiap hari aku selalu duduk di perpustakaan setelah pulang sekolah untuk membaca atau meminjam buku. Aku tidak pernah memperhatikan orang-orang di sekitarku karena mereka pun tidak mungkin peduli dengan ku juga. Namun,hari ini berbeda aku ingin mencari orang yang menyelipkan secarik kertas itu di beberapa buku untuk memastikan kalau dia salah orang. Tidak mungkin ada yang mengagumi orang aneh sepertiku ini. 


         Sudah sekitar 3 jam aku di perpustakaan dan belum ada seseorang yang bisa kucurigai,aku memutuskan untuk pulang dan menyapa guru perpustakaan yang dekat denganku sebentar. Semuanya berjalan begitu normal hingga....

          "Belum pulang,Chel?" ucap teman sekelasku yang kebetulan bertemu di perpustakaan.

          "Belum,kalau sudah pulang aku juga ga akan disini haha.."

         Ia teman sekelasku,Kale. Salah satu murid terpintar di sekolah. Ia sangat hebat,sering memenangkan olimpiade dan banyak lomba akademis. Namun,ia kurang percaya diri saat bersosialisasi. Aku bahkan kaget Kale menyapa ku duluan. Aku tidak mencurigainya karena bukan tipe orang yang melakukan hal itu.

        Keesokan harinya aku kembali ke perpustakaan untuk meminjam buku seri Sherlock holmes. Aku melihat Kale sedang berbincang bersama guru perpustakaan sambil menunduk,sepertinya ia telat mengembalikan buku. Hari yang sangat cerah,rasanya aku ingin memakan awan yang ada di langit. Aku berjalan menuju meja guru untuk meminjam,lagi-lagi Kale menyapaku duluan. 
  
      "Pinjam buku Sherlock lagi,Chel? Aku sering lihat kamu baca buku Sherlock Holmes di kelas,aku juga suka karya Sir Arthur Conan Doyle. Beliau sangat keren dalam mengarang buku," ucapnya dengan tersenyum sampai matanya hilang.

     "Oh,,, I-iya. Kamu paling suka petualangan yang mana?" 

     "Aku paling suka yang empat pemburu harta,"

      Gotcha! Bisa saja Kale yang menulis itu, karena akhir-akhir ini aku sedang membaca seri buku Sherlock Holmes,aku menemukan secarik kertas itu di dalam buku Sherlock Holmes,ia juga mengamatiku saat membaca di kelas. Ah,tapi aku tidak yakin ia tipe orang yang seperti itu. Ia bahkan bisa berbicara denganku langsung,mungkin ia salah target makanya mengamatiku seperti itu.

      Keesokan harinya aku mencoba menjawab teka-teki dari secarik kertas itu dengan meletakkan kertas itu dimana kertas misterius itu aku terima.


"Apakah kau salah target? Jika tidak,sepulang sekolah aku akan membaca Dunia Sophie. Taruh sesuatu disana,"

         Sepulang sekolah,di buku yang akan ku baca terdapat secarik kertas.......


"Tidak,aku tidak salah. Kau sebentar lagi akan menemukannya. Aku lelah menunggu dan hanya memperhatikan, Semoga kau bahagia. Lihatlah ke belakang saat setelah selesai membaca pesan ini."


        Benar saja,aku menoleh ke belakang dan selama ini Kale yang mengirim kertas-kertas itu. Tapi kenapa? Aku bahkan bukan salah satu murid tercantik bahkan terpintar. Kale terlalu sempurna... Aku tidak tahu. Rasanya ingin menghindar saja. Kale menghampiriku dengan memalingkan mukanya dan melihat sekitar perpustakaan.


         "Ha-hai. Kamu ca-cantik. Terima kasih ya sudah merespon.semoga hidupmu lebih bahagia. Tapi bagaimana jika bahagianya denganku? hehe," ucapnya dengan memalingkan muka.


        "Hmm. Ini prank kan?" tanyaku dengan ketus.

    Tapi.ini gila! Hatiku rasanya mau copot,anak terpintar di sekolah mengajak ku untuk aaaaaa. Aku harus bagaimana ya? Mungkin aku jawab dengan ketus dulu.

        "Mana ada! aku ini sungguhan. Buktinya mana mungkin aku memberikan kata-kata yang paling indah kalau ga ke orang yang kusukai. Ta-tapi kalau ga mau juga gapapa.."

        "Jangan menyerah,ayo coba dulu!" kataku sambil menggandengnya keluar secara spontan dari perpustakaan.


      


         

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Patriarki Di Era Modern

Juara 2

Tentang Mengikhlaskan.