Hampa dan sepi

Saya pikir hampa hanya akan terjadi di ruang angkasa. Ternyata ruang hati juga bisa hampa, ya? Entah mengapa banyak hal yang membuat saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi tahun ini, padahal baru setengah tahun. Ya, mungkin memang ditakdirkan terjadi pada saya? Tidak ada yang tahu itu.

Seiring berjalannya waktu saya berpikir bahwa setiap masalah di hidup saya ini bertujuan untuk membentuk karakter saya menjadi lebih baik. Namun, jika dipikir-pikir lagi saya capek dengan pengembangan karakter itu. Saya agak sungkan bilang capek karena saya masih muda. Orang-orang yang lebih tua sering berkata "Masih muda aja kok sudah capek?" kalau saya tahu jawabannya sudah saya jawab, tapi memang beban saya tidak seberat mereka.

Saya kurang merasa hidup akhir-akhir ini. Saya sempat berpikir apakah saya kurang kasih sayang? Tapi jawabannya adalah tidak, keluarga dan teman saya tidak pernah berhenti mencintai saya sampai detik ini dan saya bersyukur untuk itu. Tapi yang terpenting... apakah saya akan merasakan hampa dan sepi ini selamanya? 

Pemandangan tembok gelap di kamar yang setiap hari saya lihat dengan melamun. Rasanya sudah berulang kali, membuat saya merasa lebih sepi. Mata saya bahkan bisa menunjukan betapa hampa dan sepinya jiwa ini. Mungkin ini fase? Tapi mengapa fase ini begitu lama. Saya terkadang takut kalau hampa dan sepi ini berlangsung seumur hidup saya. Saya harap Tuhan mengampuni kesalahan saya agar setidaknya saya bisa bahagia. Saya harap ada orang yang bisa membantu saya melewati "fase" ini.

Andai saja saya tahu penyebab hampa dan sepi ini. Kira-kira kapan ya saya benar-benar bahagia? Saya merasa kurang bahagia atau tingkat kebahagiaan saya menurun seiring bertambahnya usia, banyak yang bilang itu proses pendewasaan. Hidup sangat monoton dan berjalan lambat, saya harap bisa cepat karena saya sudah cukup bosan dengan hampa dan sepi ini. Saya ingin merasakan dan menikmati hidup. 

Masa muda ternyata tidak sesuai ekspetasi saya. Walaupun sedikit seru karena banyak tantangan. Namun,tetap saja membuat saya ingin menyerah kadang. Tapi, kali ini berbeda. Rasanya hampa sekali, seperti saya akan mati saja. Terkadang saya nyaman dengan rasa hampa dan sepi yang jarang diganggu oleh masalah, tapi ini bukan hidup yang saya mau. Ya, semoga fase ini segera hilang ya :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Patriarki Di Era Modern

Juara 2

Tentang Mengikhlaskan.