Rainforest 4
Tempat lembap, seperti goa. Ada seorang kakek-kakek yang menunggu datangnya Jose. Jose sempat kaget karena itu adalah Paman Ben yang hilang di sekitar rumah misterius 7 tahun yang lalu. Paman Ben menghampiri Jose dengan kaki yang sedikit pincang dan baju yang compang-camping.
"Mengapa kau mengambil kunci itu, nak? Seharusnya kau biarkan saja. Kau sedang diincar penguasa di sini. Sembunyilah."
"Tu-tunggu, maksudnya bagaimana? Aku tidak mengerti sama sekali apa yang paman bicarakan. Apakah kau benar Paman Ben?"
"Aku benar-benar Benjamin, suatu hari aku jatuh ke tempat ini setelah membawa kunci emas yang merupakan kunci rumah di ujung taman Rainforest itu. Ini adalah alam lain. Banyak makhluk mengerikan di sini. Aku sudah sering bertemu mereka. Jika kau ingin tahu bagaimana caranya keluar, itu tidak kutemukan. Percayalah padaku, namamu siapa?" ucap Paman Ben dengan melempar jaket coatnya untuk Jose.
Jose mengikuti Paman Ben menuju tempat persembunyian. Sebenarnya Jose tidak percaya pada Paman Ben, tapi bagaimanapun sangat beresiko jika berada di tempat yang tidak diketahui sendirian dan lagipula ia juga terjatuh ke sini setelah memegang kunci emas. Sesampainya di tempat itu Paman Ben menyuruh Jose cepat-cepat masuk. Lalu tiba-tiba Paman Ben membeku. Suhu di tempat itu jadi dingin. Firasat Jose buruk tentang ini.
Jose mengintip keluar sedikit, ada seorang wanita bermulut sobek menggunakan mahkota di atasnya. Kakinya berbentuk tentakel dan matanya merah. Sepertinya itu penguasa rumah di ujung Rainforest. Jose hanya melihat dan berpikir bagaimana caranya keluar dari alam ini dan menyelamatkan Paman Ben.
"Apa anda mencari saya, ratu?" ucap Jose yang keluar mengenakan jaket coat yang diberikan Paman Ben.
"Aku suka keberanianmu. Apakah kau bisa bertahan dan keluar dari tempat ini? Mari kita mulai test nya jangan sampai seperti si tua itu, yaa anak manis~" ucap ratu itu dengan memegang pipi Jose.
"Baiklah. Tapi sebelum itu apa saja yang kuterima saat aku kalah dan menang?"
"Mintalah apapun itu kalau kau berhasil. Tapi jika kalah kau harus mati atau aku punya penawaran lainnya kalau kau menang kau keluar dari alam ini namun kalau kau kalah akan seperti kakek tua itu yang terjebak disini seumur hidupnya. Bagaimana?"
"Aku pilih minta apapun atau mati."
Jose tiba-tiba berada di ruangan panahan. Ratu memberinya panah jika Jose berhasil menempatkan anak panah itu maka tubuhnya akan kembali, tapi belum jiwanya. Dengan teliti Jose meloncatkan anak panahnya ke dalam kayu yang sudah diberi tanda. Panahan adalah keahlian Jose sedari kecil.
"Kau ahli juga, bocah manis."
Tantangan kedua adalah berenang di air yang suhunya -15 derajat di kolam sepanjang 500 m. Jose agak ragu dengan dirinya sendiri. Mengingat dia harus kembali agar keluarganya khawatir, Jose menjadi nekat dan terkena frosbite, lalu Jose mulai kehilangan nafasnya saat hampir menyampai garis finish.
"Jangan sok kuat, kau hampir saja mati," ucap ratu sambil mengangkat Jose ke daratan.
Selanjutnya Jose diberikan tantangan untuk memilih portal mana yang benar untuk kembali. Tantangan ini yang paling sulit, banyak orang tidak bisa kembali saat melewati tantangan ini. Ia memilih portal nomer 3 dari 10 portal. Portal tersebut adalah portal yang betul. Kunci itu memang ada di tempat itu. Jose sangat girang dan tidak berhenti tersenyum. Ia langsung masuk ke dalam portal itu. Saat tangannya masuk tiba-tiba portal itu tertutup dengan suara teriakan khas, yaitu suara Jane.
"Jane! Ini aku!" seru Jose tapi sayangnya portalnya sudah tertutup.
"Sayang sekali ya, kesempatan bebas mu hilang. Mau tak mau ya kau akan disini selamanya hahahahaha..." tawa ratu yang menggelegar.
"Hoho.. kata siapa? Aku sudah menaruh sesuatu di luar. Temanku pasti menyelamatkanku."
"Terserah sih ~. Yang penting aku pastinya lebih lama bersamamu," ucap ratu sambil merangkul Jose.
Komentar
Posting Komentar